Ada perjuangan yang disaksikan banyak orang.
Ada perjuangan yang hanya disaksikan langit.
Saya pernah berada di titik di mana tenaga, pikiran, dan waktu saya habiskan untuk sebuah keyakinan.
Saya pernah berdiri paling depan ketika badai datang.
Dan saya juga pernah berdiri sendirian ketika suasana menjadi tenang.
Tapi saya belajar satu hal penting:
kesetiaan sejati tidak berubah karena perlakuan.
Ia berubah hanya jika keyakinannya runtuh.
Dan keyakinan saya tidak runtuh.
Dalam politik, mungkin ada ruang yang tidak selalu terbuka.
Ada pintu yang tidak selalu diketuk untuk kita.
Namun pengabdian tidak pernah menunggu undangan.
Saya tidak menyesali perjuangan yang pernah saya berikan.
Karena perjuangan itu membentuk karakter,
menajamkan kesabaran,
dan menguatkan mentalitas.
Jika hari ini saya tidak disebut,
biarlah.
Jika hari ini saya tidak dipanggil,
tidak mengapa.
Sebab yang saya jaga bukan sekadar hubungan,
melainkan nilai.
Saya percaya, Allah tidak pernah salah mencatat niat dan kerja.
Dan sejarah tidak pernah keliru memilih siapa yang layak dikenang.
Saya tetap berada dalam barisan.
Tidak dengan kebisingan.
Tidak dengan kemarahan.
Tapi dengan api yang tidak padam.
Kompak dalam barisan.
Bergerak dalam kesadaran.
Berdampak dalam ketulusan.
Karena pada akhirnya,
bukan tentang siapa yang paling dekat dengan kekuasaan,
tetapi siapa yang paling dekat dengan integritas.
Dan saya memilih menjaga itu.