Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

KALIMANGO DALAM LUKA: PMI Sumbawa Hadir di Tengah Abu, Solidaritas Kemanusiaan Diuji

Minggu, 22 Maret 2026 | Maret 22, 2026 WIB Last Updated 2026-03-22T12:39:22Z

Sumbawa Besar, 22 Maret 2026 — Musibah kebakaran yang melanda Desa Kalimango, Kecamatan Alas, bukan sekadar peristiwa kehilangan fisik, melainkan tragedi kemanusiaan yang menyisakan luka kolektif. Di tengah kepulan abu dan puing-puing yang tersisa, respons cepat datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumbawa yang bergerak tanpa jeda, memastikan negara hadir melalui kerja-kerja kemanusiaan.
Dipimpin langsung oleh Ketua PMI Sumbawa, Andi Rusni, jajaran relawan turun ke titik terdampak, tidak hanya membawa logistik, tetapi juga menghadirkan harapan di tengah keterpurukan warga.
Data sementara menunjukkan puluhan rumah warga luluh lantak dilahap api. Namun, yang paling menyayat adalah gugurnya seorang aparat pemadam kebakaran, M. Solikin, yang mengorbankan nyawanya dalam tugas penyelamatan. Ia tidak sekadar menjadi korban, tetapi simbol dedikasi tanpa batas dalam menghadapi situasi darurat.
“Kita tidak hanya berhadapan dengan kehilangan material, tetapi juga kehilangan sosok pejuang kemanusiaan. Ini duka bersama,” ungkap Andi Rusni dengan nada penuh empati.
Dalam fase tanggap darurat, PMI menyalurkan berbagai kebutuhan dasar masyarakat—mulai dari bahan pangan hingga perlengkapan harian—sebagai upaya menjaga keberlangsungan hidup warga terdampak. Namun demikian, bantuan tersebut diakui belum mampu menjawab seluruh kebutuhan yang terus berkembang pascakejadian.
Lebih dari sekadar distribusi bantuan, PMI Kabupaten Sumbawa membuka ruang partisipasi publik melalui gerakan Open Donasi. Inisiatif ini menjadi kanal solidaritas, menghubungkan kepedulian masyarakat luas dengan kebutuhan riil di lapangan.
Ajakan untuk bergotong royong pun digaungkan. Dalam situasi seperti ini, kemanusiaan tidak boleh berdiri sendiri—ia harus menjadi gerakan bersama.
Peristiwa Kalimango sekaligus menjadi refleksi penting tentang kerentanan lingkungan permukiman serta urgensi mitigasi bencana berbasis komunitas. Di balik tragedi, terdapat pesan yang tak boleh diabaikan: bahwa kesiapsiagaan dan solidaritas adalah dua fondasi utama dalam menghadapi krisis.
Kini, Kalimango tidak hanya membutuhkan bantuan, tetapi juga kehadiran empati yang berkelanjutan. Sebab dari puing-puing itulah, harapan akan dibangun kembali—perlahan, namun pasti.

CEO:NEX Media
Mulyadi,S.Pd.,C.IJ.,C.PW.,C.PS
×
Berita Terbaru Update