ORONG TELU,17 September 2026
NEX MEDIA — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di PAUD Generasi, Desa Sebeok, Kecamatan Orong Telu, tidak sekadar menjadi momentum seremonial keagamaan. Kegiatan tersebut menjadi ruang edukasi untuk menanamkan nilai keteladanan, akhlak, sekaligus memperkuat budaya literasi sejak usia dini.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Orong Telu menyampaikan hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW di hadapan anak-anak, para pendidik, serta orang tua wali murid. Pesan keagamaan disampaikan dengan pendekatan yang relevan dengan dunia pendidikan anak usia dini, terutama mengenai pentingnya mengenalkan keteladanan Rasulullah sejak masa pertumbuhan.
Kegiatan yang dikemas dalam agenda “MUI Jango Sekolah” itu turut dihadiri Penilik PAUD Kecamatan Orong Telu, Ketua HIMPAUDI Kecamatan Orong Telu, Bunda PAUD Desa Sebeok, kepala PAUD se-Kecamatan Orong Telu, serta para orang tua dan wali murid.
Kehadiran berbagai unsur pendidikan tersebut memperlihatkan bahwa pembentukan karakter anak tidak dapat berdiri sendiri. Sekolah, keluarga, tokoh agama, dan lingkungan masyarakat memiliki peran yang saling melengkapi dalam membangun fondasi moral dan intelektual generasi sejak usia dini.
Momentum Maulid juga diisi dengan pemberian bantuan buku cerita kepada PAUD Generasi. Bantuan tersebut diarahkan untuk mendukung gerakan literasi di lingkungan sekolah sekaligus mendorong tumbuhnya kebiasaan membaca pada anak-anak sejak usia dini.
Literasi pada tahap pendidikan anak usia dini bukan semata-mata tentang kemampuan membaca. Lebih jauh, literasi merupakan proses memperkenalkan anak kepada pengetahuan, imajinasi, bahasa, nilai-nilai kehidupan, serta kemampuan memahami lingkungan di sekitarnya.
Karena itu, buku menjadi bagian penting dalam membangun ruang belajar yang menyenangkan. Ketika budaya membaca diperkenalkan sejak dini, sekolah tidak hanya membentuk anak yang mampu membaca, tetapi juga menumbuhkan rasa ingin tahu dan kebiasaan belajar yang dapat menjadi bekal bagi perjalanan pendidikan mereka.
Peringatan Maulid Nabi di PAUD Generasi Sebeok akhirnya menjadi pertemuan antara nilai keagamaan dan gerakan pendidikan. Keteladanan Rasulullah Muhammad SAW dihadirkan sebagai sumber pembelajaran akhlak, sementara buku dan literasi menjadi jembatan untuk memperluas wawasan generasi masa depan.
Di tengah tantangan pendidikan yang semakin kompleks, membangun karakter dan budaya literasi sejak usia dini merupakan investasi jangka panjang. Sebab, generasi yang kuat bukan hanya dibentuk oleh kecerdasan akademik, tetapi juga oleh akhlak, rasa ingin tahu, kebiasaan belajar, dan lingkungan pendidikan yang memberikan ruang tumbuh secara sehat.
Pimred:Myd