Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Perubahan Itu Pasti, Abaikan Saja Para Penikmat Kemapanan

Rabu, 28 Januari 2026 | Januari 28, 2026 WIB Last Updated 2026-01-29T04:40:51Z
Penulis:Mulyadi,S.Pd.,C.IJ.,C.PW.,C.PS

Perubahan adalah keniscayaan dalam setiap perjalanan kekuasaan. Ia lahir dari kerja panjang, dari keberanian mengambil risiko, dan dari kesediaan berdiri di fase-fase paling sunyi ketika kemenangan belum terlihat. Namun, tidak semua perubahan membawa kemajuan bila ia kehilangan satu hal mendasar: ingatan tentang proses dan orang-orang yang ikut membangunnya.
Dalam banyak konteks, kekuasaan justru diuji bukan saat ia merebut kepercayaan publik, melainkan ketika ia mulai menikmati hasilnya. Di titik itulah muncul kecenderungan berbahaya: merasa cukup dengan lingkar kenyamanan, dikelilingi oleh para penikmat kemapanan, dan perlahan menjauh dari denyut nilai yang dulu menjadi alasan perjuangan dimulai. Kekuasaan yang terlalu nyaman sering kali lupa bahwa legitimasi tidak hanya datang dari jabatan, tetapi dari cara ia merawat etika perjuangan.
Sejarah selalu mencatat paradoks yang sama. Ada orang-orang yang bekerja tanpa sorotan, menguatkan fondasi, menjaga api tetap menyala ketika harapan nyaris padam. Ironisnya, ketika cahaya kemenangan datang, justru mereka yang paling cepat dilupakan. Bukan karena kurang berjasa, melainkan karena tidak pandai beradaptasi dengan budaya baru yang lebih menyukai pujian daripada kejujuran.
Kritik terhadap situasi ini bukanlah bentuk ketidaksetiaan. Justru sebaliknya, ia lahir dari kepedulian pada arah perubahan itu sendiri. Kekuasaan yang sehat tidak alergi terhadap kritik, dan tidak amnesia terhadap mereka yang ikut berdarah-darah dalam prosesnya. Mengabaikan suara-suara ini sama saja dengan menanam benih jarak antara pemimpin dan nilai yang dulu diperjuangkannya.
Pada akhirnya, perubahan sejati tidak diukur dari seberapa cepat seseorang beradaptasi dengan kemapanan, tetapi dari keberanian untuk tetap setia pada nilai ketika godaan kenyamanan datang. Jabatan bisa berganti, lingkar kekuasaan bisa berubah, namun integritas akan selalu menemukan jalannya sendiri. Dan di situlah sejarah kelak memberikan penilaiannya—tanpa perlu teriak, tanpa perlu dendam.
×
Berita Terbaru Update