Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Optimisme Menguat, Gerindra Siap Usung Kembali Prabowo di 2029

Minggu, 15 Februari 2026 | Februari 15, 2026 WIB Last Updated 2026-02-15T15:05:26Z



Sumbawa ,15 Februari 2026– 
Konstelasi politik nasional menuju 2029 mulai menunjukkan arah yang semakin terang. Di tubuh Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), keyakinan untuk kembali mengusung Prabowo Subianto sebagai calon presiden menguat seiring tingginya apresiasi publik terhadap kinerja pemerintahan saat ini.
Tingkat kepuasan masyarakat yang berada pada angka tinggi dipandang sebagai refleksi atas stabilitas arah kebijakan nasional. Dalam perspektif demokrasi modern, legitimasi kepemimpinan tidak hanya ditentukan oleh mandat elektoral, tetapi oleh konsistensi kerja yang berdampak langsung pada kehidupan rakyat.
Program prioritas nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG) menjadi salah satu kebijakan yang dirasakan manfaatnya di berbagai daerah. Program tersebut tidak sekadar menjawab kebutuhan gizi anak dan kelompok rentan, tetapi juga memicu perputaran ekonomi lokal melalui keterlibatan petani, pelaku UMKM, serta usaha kecil dalam rantai distribusi. Pola kebijakan yang terintegrasi ini membangun efek ekonomi yang lebih luas dan berkelanjutan.
Di Kabupaten Sumbawa, optimisme tersebut juga mendapat resonansi di tingkat akar rumput. Tokoh pemuda dan aktivis Sumbawa, Alwan Hidayat, S.Pd.I., N.LP., menilai bahwa penguatan dukungan terhadap kepemimpinan nasional tidak terlepas dari kerja-kerja politik yang konsisten di daerah.
Menurutnya, gerakan kerja nyata yang dilakukan Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Sumbawa NTB, Drs. H. Mohamad Ansori, menjadi contoh bagaimana struktur partai menjaga kedekatan dengan masyarakat. Aktivitas sosial, konsolidasi internal, hingga komunikasi langsung dengan berbagai elemen dinilai memperlihatkan politik yang hadir, bukan sekadar retorika.
“Kerja politik hari ini harus menyentuh ruang hidup masyarakat. Konsistensi turun ke lapangan, mendengar, dan menghadirkan solusi konkret adalah bentuk kepemimpinan yang dirasakan langsung. Itu yang dilakukan secara berkelanjutan,” ungkap Alwan.
Ia menegaskan bahwa masyarakat kini semakin rasional dalam menilai kepemimpinan. Ukurannya bukan lagi sekadar janji, melainkan dampak yang nyata dalam kehidupan sehari-hari—baik dalam stabilitas ekonomi, akses bantuan sosial, maupun keberlanjutan program pembangunan.
Di tengah dinamika global dan tantangan ekonomi yang terus bergerak, stabilitas harga pangan, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan daya beli masyarakat tetap menjadi variabel penting dalam menjaga kepercayaan publik. Konsistensi antara kebijakan pusat dan gerak organisasi di daerah menjadi fondasi yang menentukan arah politik jangka panjang.
Optimisme menuju 2029 dengan demikian tidak lahir dari euforia sesaat, melainkan dari proses yang terbangun secara bertahap—melalui kerja nyata, kedekatan sosial, dan konsolidasi yang terjaga.
Di era ketika publik semakin kritis dan generasi muda semakin cermat membaca arah, politik yang paling dipahami adalah politik yang memberi dampak. Dan ketika kerja menjadi bahasa utama kepemimpinan, kepercayaan tumbuh bukan karena dikampanyekan, melainkan karena dirasakan.

CEO:NEX Media
Mulyadi,S.Pd.,C.IJ.,C.PW.,C.PS
×
Berita Terbaru Update