Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

RESES II TAHUN SIDANG 2026, ANDI RUSNI SERAP ASPIRASI WARGA DUSUN SAMPA BRANG: AIR BERSIH DAN INFRASTRUKTUR JALAN MENJADI KEBUTUHAN MENDESAK

Minggu, 26 Juli 2026 | Juli 26, 2026 WIB Last Updated 2026-07-26T09:58:39Z
RESES II TAHUN SIDANG 2026, ANDI RUSNI SERAP ASPIRASI WARGA DUSUN SAMPA BRANG: AIR BERSIH DAN INFRASTRUKTUR JALAN MENJADI KEBUTUHAN MENDESAK
Sumbawa – Pelaksanaan Reses II Tahun Sidang 2026 Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa, Andi Rusni, SE., M.M., yang juga Ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Kabupaten Sumbawa, kembali menjadi ruang dialog antara wakil rakyat dengan masyarakat dalam menyerap berbagai aspirasi pembangunan di daerah pemilihannya.
Titik keempat atau lokasi terakhir pelaksanaan reses dilaksanakan di Dusun Sampa Brang, Desa Kerekeh, Kecamatan Unter Iwes, Kabupaten Sumbawa, pada Kamis malam (23/7/2026), mulai pukul 20.00 WITA hingga selesai. Kegiatan tersebut dihadiri oleh tokoh masyarakat, perangkat dusun, serta warga yang menyampaikan berbagai kebutuhan prioritas yang dihadapi masyarakat setempat.
Dalam forum tersebut, Kepala Dusun Sampa Brang, M. Saleh MZ, mewakili masyarakat menyampaikan bahwa kebutuhan paling mendasar yang hingga kini masih menjadi tantangan bagi warga adalah ketersediaan sarana dan prasarana air bersih untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Secara geografis, Dusun Sampa Brang memiliki karakteristik yang unik. Dalam Bahasa Sumbawa, "Brang" berarti sungai, sehingga Sampa Brang dapat dimaknai sebagai Dusun Sampa yang dilintasi aliran sungai. Berbeda dengan Dusun Sampa Ai Ngelar yang masih berada dalam wilayah Desa Kerekeh, Dusun Sampa Brang justru dihadapkan pada persoalan teknis dalam pemanfaatan sumber daya air yang dimilikinya.
Meski memiliki aliran sungai yang jernih dan tidak pernah mengalami kekeringan, termasuk pada musim kemarau, kondisi topografi wilayah menjadi tantangan tersendiri. Permukiman warga berada di kawasan lereng perbukitan, sementara posisi sungai berada di bagian bawah permukiman. Kondisi tersebut mengharuskan air diangkat menuju bak reservoir yang berada di ketinggian hampir 100 meter dari permukaan sungai sebelum dialirkan ke rumah-rumah warga.
Selain itu, sumber mata air alternatif lainnya berada pada jarak kurang lebih tiga kilometer dari permukiman masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan infrastruktur yang memadai agar dapat dimanfaatkan secara optimal.
Program penyediaan air bersih melalui WSLIC (Water and Sanitation for Low Income Communities) yang pernah dilaksanakan di wilayah tersebut dinilai telah memberikan manfaat bagi masyarakat. Namun, seiring bertambahnya jumlah penduduk dan terbatasnya kapasitas sumber air yang digunakan, sistem yang ada saat ini belum mampu memenuhi kebutuhan masyarakat secara maksimal. Faktor usia infrastruktur dan keterbatasan debit air turut menjadi tantangan dalam penyediaan layanan air bersih yang berkelanjutan.
Atas dasar kondisi tersebut, masyarakat berharap adanya program lanjutan yang dapat mendukung pemanfaatan potensi sumber air sungai melalui pembangunan sistem perpompaan menuju bak reservoir yang telah tersedia, sehingga distribusi air bersih dapat menjangkau seluruh kebutuhan rumah tangga masyarakat secara lebih optimal.
Menanggapi aspirasi tersebut, Andi Rusni menegaskan bahwa reses merupakan instrumen konstitusional bagi anggota DPRD untuk mendengarkan secara langsung kebutuhan masyarakat yang nantinya akan diperjuangkan melalui mekanisme perencanaan dan penganggaran sesuai dengan kewenangan yang berlaku.
"Kebutuhan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang memiliki dampak langsung terhadap kualitas hidup. Aspirasi yang disampaikan warga Dusun Sampa Brang menjadi perhatian serius untuk dikaji dan diperjuangkan sesuai mekanisme pembangunan daerah," ujarnya.
Selain persoalan air bersih, masyarakat juga menyampaikan kebutuhan pembangunan lanjutan jalan lingkungan sepanjang kurang lebih 200 meter yang berada di dalam kawasan Dusun Sampa Brang. Jalan tersebut merupakan akses penghubung dari ujung jalan hotmix menuju kawasan sungai yang saat ini kondisinya mengalami kerusakan, berlumpur saat musim hujan, serta memiliki kontur menanjak yang cukup menyulitkan aktivitas warga.
Pembangunan infrastruktur jalan tersebut dinilai penting tidak hanya untuk meningkatkan mobilitas masyarakat, tetapi juga untuk mendukung akses pelayanan sosial dan ekonomi warga di lingkungan dusun.
Pelaksanaan Reses II Tahun Sidang 2026 ini menjadi momentum penting dalam memperkuat komunikasi antara masyarakat dan wakil rakyat. Aspirasi yang disampaikan diharapkan dapat menjadi bagian dari prioritas pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan riil masyarakat serta mendorong pemerataan pelayanan dasar di wilayah Kabupaten Sumbawa.
Dengan potensi sumber daya alam yang dimiliki Dusun Sampa Brang, dukungan infrastruktur air bersih dan jalan lingkungan diharapkan mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menjadi fondasi bagi pembangunan desa yang lebih inklusif dan berkelanjutan di masa mendatang.

Pimred:Nex-Media
Myd
×
Berita Terbaru Update