Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

“Jabatan bisa menghadirkan pengikut, tetapi perjuangan melahirkan orang-orang setia.”

Sabtu, 09 Mei 2026 | Mei 09, 2026 WIB Last Updated 2026-05-09T08:19:42Z
“Jabatan bisa menghadirkan pengikut, tetapi perjuangan melahirkan orang-orang setia.”
Ada perbedaan mendasar antara mereka yang datang karena kekuasaan dan mereka yang bertahan karena keyakinan. Jabatan memang memiliki daya tarik. Ia mampu mengumpulkan banyak orang dalam waktu singkat—dari ruang pertemuan hingga lingkaran paling dekat kekuasaan. Ketika seseorang berada di puncak, tepuk tangan mudah terdengar, dukungan mudah diucapkan, dan kedekatan sering kali terlihat begitu tulus. Namun sejarah sosial dan politik selalu menunjukkan satu kenyataan: tidak semua yang hadir di sekitar kekuasaan benar-benar hadir dalam perjuangan.
Pengikut bisa lahir dari kepentingan. Mereka datang karena akses, peluang, atau sekadar ingin berada di dekat pusat pengaruh. Kesetiaan mereka sering bergantung pada posisi, bukan pada nilai. Karena itu, ketika jabatan mulai goyah, satu per satu perlahan menjauh. Yang dahulu paling sering memuji, belum tentu menjadi orang terakhir yang bertahan.
Berbeda dengan perjuangan. Perjuangan tidak selalu menjanjikan kenyamanan, bahkan sering menghadirkan kesunyian. Dalam perjuangan, seseorang diuji bukan hanya oleh lawan, tetapi juga oleh keadaan: keterbatasan, kritik, pengorbanan, bahkan pengkhianatan. Namun justru dari proses itulah lahir orang-orang setia—mereka yang bertahan bukan karena keuntungan, melainkan karena percaya pada arah perjuangan dan nilai yang diperjuangkan.
Kesetiaan sejati tidak tumbuh di ruang yang penuh fasilitas, tetapi di jalan panjang yang penuh risiko. Ia lahir dari kebersamaan menghadapi tekanan, dari malam-malam penuh strategi, dari langkah-langkah kecil yang sering tidak terlihat publik. Orang-orang seperti itu tidak selalu pandai mencari panggung, tetapi merekalah yang tetap berdiri ketika sorotan mulai redup.
Dalam dunia politik, organisasi, maupun kehidupan sosial, jabatan memang penting sebagai alat menjalankan amanah. Tetapi jabatan tidak otomatis melahirkan ikatan emosional yang kuat. Yang membangun hubungan paling kokoh justru adalah perjuangan bersama. Sebab pada akhirnya, rakyat dan sejarah tidak hanya mengingat siapa yang pernah berkuasa, tetapi juga siapa yang tetap berjalan bersama ketika keadaan tidak lagi mudah.
Penulis: Mulyadi, S.Pd., C.IJ., C.PW., C.PS., C.HL.
×
Berita Terbaru Update