Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ketua MUI Orong Telu Berikan Tausiyah dalam Acara Pelepasan Ibadah Umrah Fataholah

Minggu, 09 Agustus 2026 | Agustus 09, 2026 WIB Last Updated 2026-08-09T11:45:02Z
Ketua MUI Orong Telu Berikan Tausiyah dalam Acara Pelepasan Ibadah Umrah Fataholah
Sumbawa,9 Agustus 2026 — Nuansa religius dan penuh kekeluargaan mewarnai kegiatan doa bersama dalam rangka keberangkatan Fataholah untuk menunaikan ibadah umrah. Kegiatan tersebut berlangsung di Dusun Senawang Loka, Desa Senawang, Kecamatan Orong Telu, Kabupaten Sumbawa, Minggu (9/8/2026).
Dalam kesempatan tersebut, H. Abdul Jabar, S.Ag., Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Orong Telu sekaligus pendiri Yayasan Orong Telu Bangkit, hadir memberikan tausiyah kepada keluarga dan masyarakat yang turut mendoakan perjalanan ibadah Fataholah.
Dalam tausiyahnya, H. Abdul Jabar mengingatkan bahwa ibadah umrah bukan semata-mata perjalanan fisik menuju Tanah Suci, tetapi merupakan perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan hati, keikhlasan, kesabaran, serta ketundukan seorang hamba kepada Allah SWT.
Menurutnya, kesempatan untuk memenuhi panggilan ke Baitullah merupakan nikmat besar yang patut disyukuri. Karena itu, jamaah yang akan berangkat hendaknya mempersiapkan diri tidak hanya secara fisik dan administratif, tetapi juga dengan memperbanyak doa, memperbaiki niat, serta menyelesaikan berbagai persoalan dengan sesama sebelum meninggalkan kampung halaman.
“Perjalanan menuju Tanah Suci hendaknya menjadi momentum untuk memperkuat hubungan kita dengan Allah SWT sekaligus memperbaiki hubungan dengan sesama manusia,” demikian pesan yang disampaikan dalam tausiyah tersebut.
H. Abdul Jabar juga menekankan pentingnya menjaga kemabruran ibadah. Menurutnya, ukuran keberhasilan umrah tidak berhenti pada selesainya rangkaian ritual di Tanah Suci, tetapi tercermin dari perubahan sikap dan perilaku setelah kembali ke tengah masyarakat.
“Nilai ibadah akan semakin bermakna ketika sepulang dari Tanah Suci seseorang mampu membawa perubahan dalam kehidupan, menjadi pribadi yang lebih sabar, rendah hati, peduli terhadap sesama, serta semakin dekat dengan nilai-nilai ketakwaan,” pesannya.
Kegiatan tersebut sekaligus menjadi ruang silaturahmi masyarakat Dusun Senawang Loka. Kehadiran tokoh agama, keluarga, dan masyarakat memperlihatkan kuatnya tradisi saling mendoakan dalam kehidupan sosial masyarakat Orong Telu.
Di tengah kehidupan masyarakat yang terus berkembang, tradisi keagamaan seperti doa bersama dan tausiyah sebelum keberangkatan ibadah umrah memiliki makna sosial yang penting. Selain memperkuat ukhuwah, momentum tersebut menjadi sarana untuk menghidupkan kembali nilai-nilai spiritual dan kebersamaan di tengah masyarakat.
Fataholah bersama keluarga pun menerima doa dan dukungan dari masyarakat agar perjalanan menuju Tanah Suci diberikan kelancaran, kesehatan, keselamatan, serta dapat melaksanakan seluruh rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan.
Masyarakat yang hadir juga berharap Fataholah dapat kembali ke tanah air dalam keadaan sehat dan membawa keberkahan bagi keluarga serta lingkungan sekitarnya.
Doa masyarakat mengiringi langkah menuju Baitullah: berangkat sebagai tamu Allah, pulang membawa keteladanan dan keberkahan bagi sesama.

Pimred:Nex-Media
Myd
×
Berita Terbaru Update