SEBASANG MOYO HULU, Sumbawa,24 Agustus 2026 — Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sebasang, Kecamatan Moyo Hulu, Kabupaten Sumbawa, menjadi momentum memperkuat semangat keteladanan Rasulullah SAW serta menjaga nilai persaudaraan, silaturahmi, dan kedamaian dalam kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan yang berlangsung di Masjid Sebasang pada Minggu, 24 Agustus 2026, bertepatan dengan 12 Rabiul Awal 1448 Hijriah, dihadiri Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin, S.AP., M.M.Inov, Anggota DPRD Kabupaten Sumbawa Kaharuddin Z, Sekretaris Kecamatan Moyo Hulu Hairil, S.Sos, Kepala KUA Kecamatan Moyo Hulu, para Kepala Desa dan anggota BPD se-Kecamatan Moyo Hulu, tokoh agama, tokoh masyarakat serta para jamaah dan undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Kabupaten Sumbawa Nanang Nasiruddin mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang selama ini berlangsung aman dan damai.
Menurutnya, situasi kondusif yang tercipta di tengah masyarakat merupakan modal penting dalam mendukung keberlangsungan pembangunan daerah.
“Daerah kita dalam situasi kamtibmas yang aman dan damai. Kondisi seperti ini harus terus kita rawat melalui semangat kekeluargaan, persaudaraan dan silaturahmi,” ujarnya.
Namun demikian, Nanang juga menyoroti kondisi fiskal daerah yang saat ini mengalami tekanan akibat adanya pemotongan anggaran dari Pemerintah Pusat yang jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar Rp600 miliar.
Kondisi tersebut, menurutnya, tentu akan memberikan dampak terhadap laju pembangunan daerah karena tidak semua program pembangunan dapat dilaksanakan secara maksimal seperti yang diharapkan masyarakat.
Oleh sebab itu, Nanang mengharapkan masyarakat maupun pemerintah desa agar dalam mengusulkan program pembangunan dapat mengedepankan kebutuhan yang benar-benar mendesak dan memiliki skala prioritas.
“Dengan kondisi fiskal yang ada, tentu pembangunan harus lebih fokus pada persoalan yang urgen dan benar-benar menjadi kebutuhan masyarakat. Karena itu, usulan pembangunan harus berdasarkan skala prioritas,” jelasnya.
Nanang juga mengungkapkan bahwa sekitar dua minggu sebelumnya dirinya bersama Bupati Sumbawa menghadiri pertemuan di Jakarta setelah dipanggil untuk mengikuti arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, bersama para kepala daerah dan pimpinan DPRD dari berbagai daerah di Indonesia.
Dalam pertemuan tersebut, Pemerintah Daerah diarahkan agar penggunaan anggaran lebih difokuskan pada program-program prioritas dan Program Strategis Nasional, di antaranya Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, program Makan Bergizi Gratis, pendidikan dan sejumlah program strategis lainnya.
“Itu merupakan arahan Presiden agar daerah fokus mendukung dan menyukseskan program-program strategis nasional, di samping tetap memperhatikan kebutuhan pembangunan daerah berdasarkan skala prioritas,” ungkap Nanang.
Sementara itu, dalam hikmah Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustadz H. Muhammad Amin, S.Pd, menyampaikan bahwa pelaksanaan peringatan Maulid tahun ini memiliki makna tersendiri karena bertepatan dengan tanggal kelahiran Nabi Muhammad SAW, yakni 12 Rabiul Awal.
Ia menjelaskan bahwa Nabi Muhammad SAW lahir pada hari Senin, 12 Rabiul Awal, pada Tahun Gajah, lebih dari empat belas abad yang lalu.
Menurut Ustadz Muhammad Amin, terdapat nilai-nilai spiritual yang dapat diambil oleh umat Islam dalam memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
Pertama adalah Aman, yakni harapan agar orang-orang yang datang dan memperingati kelahiran Rasulullah SAW memperoleh ketenangan, kedamaian dan rasa aman.
Kedua adalah Asy-Syifa, yang dimaknai sebagai doa dan harapan agar umat memperoleh kesehatan serta kesembuhan dari berbagai penyakit.
Ketiga adalah Sa'diyah, yakni keberuntungan dan kebahagiaan yang diharapkan diperoleh oleh umat yang mencintai dan meneladani Rasulullah SAW.
Sedangkan yang keempat adalah Su'aibah, yang dimaknai sebagai harapan memperoleh ganjaran dan pahala di sisi Allah SWT.
Lebih lanjut, Ustadz Muhammad Amin menegaskan bahwa mencintai Nabi Muhammad SAW tidak cukup hanya dengan memperingati hari kelahirannya, tetapi harus diwujudkan melalui upaya sungguh-sungguh untuk meneladani akhlak dan ajaran Rasulullah dalam kehidupan sehari-hari.
“Meneladani Rasulullah adalah sebuah keniscayaan bagi umatnya, karena dalam diri Rasulullah terdapat akhlak yang mulia dan suri teladan yang harus kita ikuti,” tuturnya.
Ia juga menyampaikan pandangan para ulama mengenai angka 12 yang berkaitan dengan kelahiran Nabi Muhammad SAW sebagai bagian dari hikmah dan rahasia risalah yang dibawa Rasulullah.
Nilai tersebut, menurutnya, dapat dimaknai melalui keterkaitan antara enam Rukun Iman, lima Rukun Islam dan satu nilai Ihsan sebagai satu kesatuan dalam membangun keimanan dan penghambaan kepada Allah SWT.
Nilai Ihsan tersebut mengajarkan umat agar beribadah kepada Allah dengan kesungguhan, seakan-akan melihat-Nya, dan apabila tidak mampu melihat-Nya, maka meyakini bahwa Allah senantiasa melihat setiap hamba-Nya.
Nilai-nilai tersebutlah yang diwujudkan oleh Nabi Muhammad SAW sebagai manusia agung dan uswatun hasanah, suri teladan terbaik bagi seluruh umat manusia.
Di akhir hikmah Maulid, Ustadz Muhammad Amin mengajak seluruh jamaah agar semangat mencintai Rasulullah SAW diwujudkan dalam kehidupan nyata, terutama melalui pelaksanaan ibadah secara istiqamah dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Ia secara khusus mengajak jamaah untuk menjaga pelaksanaan salat lima waktu dan, jika memungkinkan, melaksanakannya secara berjamaah di masjid.
Ajakan tersebut, katanya, sejalan dengan semangat yang terus didorong oleh Pemerintah Kabupaten Sumbawa melalui pendekatan dan gerakan Salat Subuh Berjamaah.
“Mari kita ejawantahkan nilai-nilai keteladanan Nabi dalam kehidupan sehari-hari, menjaga salat lima waktu dan memperkuat ibadah berjamaah di masjid. Semoga dengan kecintaan kita kepada Rasulullah SAW, kita semua mendapatkan syafaat beliau pada yaumil akhir kelak,” tutupnya.
Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Desa Sebasang tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan penuh kebersamaan. Momentum kelahiran Rasulullah SAW diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi ruang refleksi bagi umat untuk semakin memperkuat akhlak, persaudaraan, kedamaian serta keteladanan Nabi Muhammad SAW dalam setiap sendi kehidupan.
Pimred:NEX-Media
Myd