Bupati H.Jarot dan Bunda PAUD Lepas Pawai Budaya, Momentum Meneguhkan Peran Pendidikan Anak Usia Dini
SUMBAWA BESAR — Pawai Budaya Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) se-Kabupaten Sumbawa yang digelar dalam rangka memperingati HUT ke-21 HIMPAUDI dan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia tidak sekadar menghadirkan kemeriahan anak-anak dengan balutan pakaian budaya. Di balik keceriaan tersebut, terselip pesan penting tentang bagaimana pendidikan karakter, kebudayaan dan penghargaan terhadap profesi guru dibangun sejak usia paling dini.
Pawai yang berlangsung Minggu (9/8/2026) itu dilepas langsung oleh Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, MP bersama Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa Ny. Hj. Ida Fitria Syarafuddin Jarot, SE. Peserta memulai perjalanan dari halaman Kantor Bupati Sumbawa dan berakhir di Lapangan Kodim.
Ratusan anak PAUD dari berbagai lembaga tampil dengan beragam busana budaya. Mereka didampingi guru dan tenaga kependidikan yang sejak awal telah mempersiapkan penampilan peserta. Suasana penuh warna dan keceriaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pengenalan budaya kepada anak tidak harus berlangsung melalui pendekatan yang formal dan kaku.
Bagi Bunda PAUD Kabupaten Sumbawa, Ida Fitria, pawai budaya merupakan bagian dari proses pendidikan yang dikemas secara menyenangkan.
Menurutnya, ketika anak mengenakan pakaian adat, tampil di ruang publik dan berinteraksi dengan anak-anak lainnya, sesungguhnya mereka sedang belajar banyak hal. Mulai dari keberanian, kedisiplinan, kerja sama hingga membangun rasa memiliki terhadap budaya daerah dan identitas kebangsaan.
“Pendidikan anak usia dini bukan hanya tentang kemampuan akademik. Ada karakter, kepercayaan diri, sosial dan kecintaan terhadap lingkungan budaya yang perlu dibentuk sejak awal,” demikian pesan yang tercermin dari momentum tersebut.
Di sisi lain, kemeriahan pawai juga menjadi ruang untuk memberikan apresiasi terhadap para guru PAUD. Sebab, di balik keceriaan anak-anak yang tampil di sepanjang rute pawai, terdapat kerja panjang para pendidik yang melatih, mendampingi dan memastikan setiap anak mampu mengikuti kegiatan dengan baik.
Bunda PAUD pun menyampaikan penghargaan kepada para guru yang terus memberikan pengabdian di tengah berbagai tantangan.
Sementara itu, Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot menegaskan bahwa pemerintah daerah memahami besarnya tanggung jawab yang dipikul para guru PAUD. Pendidikan anak usia dini, menurutnya, merupakan bagian strategis dalam menyiapkan kualitas sumber daya manusia Sumbawa di masa depan.
Komitmen tersebut salah satunya diwujudkan melalui alokasi anggaran pemerintah daerah untuk membantu meningkatkan kesejahteraan guru PAUD.
Bupati mengakui bahwa dukungan yang diberikan pemerintah daerah mungkin belum sepenuhnya menjawab seluruh kebutuhan para guru. Namun, kebijakan tersebut setidaknya menjadi bentuk keberpihakan dan perhatian pemerintah terhadap mereka yang berada di garis depan pendidikan anak usia dini.
“Dukungan ini mungkin belum seberapa, tetapi pemerintah ingin menunjukkan bahwa perjuangan dan pengabdian guru PAUD tidak luput dari perhatian,” menjadi pesan penting dari pemerintah daerah dalam momentum tersebut.
Persoalan yang lebih mendasar kemudian disuarakan Ketua HIMPAUDI Kabupaten Sumbawa, Mahmud, S.Pd.I., M.M.Inov. Ia mengingatkan bahwa di balik perayaan HUT HIMPAUDI terdapat perjuangan panjang para guru PAUD untuk mendapatkan pengakuan dan posisi yang lebih kuat dalam sistem pendidikan formal.
Pesan tersebut menjadi penting karena pendidikan anak usia dini merupakan fondasi awal sebelum seorang anak memasuki jenjang pendidikan dasar. Dengan demikian, kualitas pendidik yang berada pada fase tersebut seharusnya menjadi bagian integral dari pembahasan mengenai masa depan pendidikan.
Pawai budaya akhirnya tidak berhenti sebagai agenda seremonial. Ia menjadi panggung yang mempertemukan tiga pesan sekaligus: anak sebagai pusat masa depan, budaya sebagai identitas, dan guru sebagai fondasi pembentukan generasi.
Kehadiran Bupati Jarot bersama Bunda PAUD dan keterlibatan para guru serta lembaga PAUD menunjukkan bahwa perhatian terhadap pendidikan anak usia dini membutuhkan kerja bersama. Pemerintah menyediakan kebijakan dan dukungan, pendidik menjalankan pengabdian, sementara masyarakat memastikan ekosistem pendidikan tumbuh secara sehat.
Sebab, membangun kualitas manusia tidak dimulai ketika seseorang memasuki perguruan tinggi. Ia dimulai jauh lebih awal—ketika seorang anak belajar mengenal dirinya, lingkungannya, budayanya dan nilai-nilai kehidupan.
Dari sanalah masa depan Sumbawa sesungguhnya sedang dibentuk.
Pimred:NEX-Media
Myd