Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Kondisi SDN Arung Santek Labu Aji Memprihatinkan, Warga Dorong Pemerintah Segera Lakukan Asesmen dan Rehabilitasi

Jumat, 07 Agustus 2026 | Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-08T07:16:28Z
Kondisi SDN Arung Santek Labu Aji Memprihatinkan, Warga Dorong Pemerintah Segera Lakukan Asesmen dan Rehabilitasi
SUMBAWA — Kondisi bangunan SDN Arung Santek, Desa Labu Aji, Kecamatan Labuhan Badas, Kabupaten Sumbawa, kembali menjadi perhatian masyarakat. Fasilitas pendidikan dasar yang semestinya menjadi ruang belajar yang aman dan nyaman itu dilaporkan mengalami kerusakan cukup serius, bahkan salah satu bagian bangunannya disebut sudah tidak dapat digunakan untuk menunjang kegiatan pembelajaran.
Persoalan tersebut bukan sekadar menyangkut kondisi fisik bangunan, tetapi juga menyentuh aspek kelayakan sarana pendidikan dan kenyamanan peserta didik serta tenaga pendidik dalam menjalankan proses belajar mengajar.
Berdasarkan kondisi yang terlihat, sejumlah bagian bangunan mengalami penurunan kelayakan. Atap, pintu, jendela, dinding hingga lantai tampak membutuhkan penanganan. Kondisi tersebut menjadi perhatian masyarakat karena kerusakan disebut telah berlangsung dalam waktu yang cukup lama.
Tokoh masyarakat, Arifin, mengatakan persoalan kondisi bangunan SDN Arung Santek bukan merupakan persoalan yang baru muncul. Menurutnya, kondisi tersebut telah berlangsung cukup lama sehingga membutuhkan perhatian dan langkah konkret dari pemerintah.
“Sudah lama sekali kondisinya seperti ini. Kami berharap pemerintah melihat langsung keadaan sekolah dan memberikan perhatian untuk perbaikannya,” ujar Arifin.
Ia menilai, masyarakat memahami bahwa pembangunan maupun rehabilitasi fasilitas pendidikan membutuhkan proses perencanaan, penganggaran dan verifikasi teknis. Namun, ketika sebuah fasilitas pendidikan telah mengalami kerusakan dalam waktu lama dan tidak lagi berfungsi secara optimal, menurutnya, kondisi tersebut perlu mendapatkan perhatian dalam skala prioritas.
“Ini bukan sekadar soal bangunan. Ini menyangkut masa depan anak-anak yang belajar di sini,” katanya.
Dorong Verifikasi dan Asesmen Teknis
Arifin berharap pemerintah daerah melalui perangkat daerah dan instansi teknis terkait dapat turun langsung melakukan verifikasi serta asesmen terhadap kondisi bangunan SDN Arung Santek.
Menurutnya, pemeriksaan secara menyeluruh penting dilakukan untuk mengetahui tingkat kerusakan, kebutuhan rehabilitasi, serta bentuk penanganan yang paling tepat. Dengan demikian, intervensi pemerintah nantinya tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu memberikan solusi yang berkelanjutan.
“Yang kami harapkan adalah sekolah ini benar-benar diperhatikan. Kalau memang hasil pemeriksaan menunjukkan membutuhkan rehabilitasi menyeluruh, tentu itu yang harus menjadi pertimbangan pemerintah,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa perhatian terhadap sarana pendidikan tidak semestinya hanya dipandang sebagai pembangunan fisik. Ketersediaan ruang belajar yang layak merupakan bagian penting dari upaya membangun kualitas sumber daya manusia.
Kepala Sekolah: Bangunan Sudah Lama Tidak Digunakan
Sementara itu, Kepala SDN Arung Santek, Krisnawati, S.Pd.SD, membenarkan bahwa persoalan kondisi bangunan tersebut telah berlangsung sejak sebelum dirinya menjabat sebagai kepala sekolah.
Krisnawati menjelaskan, dirinya mulai bertugas di SDN Arung Santek sejak 2023. Selama menjalankan tugasnya, kondisi bangunan yang mengalami kerusakan tersebut belum mendapatkan perbaikan maupun bantuan rehabilitasi.
“Kondisi bangunan ini sudah ada sejak sebelum saya menjabat. Saya mulai bertugas di sini sejak tahun 2023. Sepanjang yang saya ketahui dan selama saya bertugas, bangunan tersebut belum mendapatkan perbaikan maupun bantuan rehabilitasi,” ujar Krisnawati.
Menurutnya, kondisi kerusakan yang ada membuat bangunan tersebut tidak lagi dapat digunakan sebagaimana mestinya untuk mendukung proses pembelajaran.
“Bangunan ini sama sekali tidak bisa digunakan. Karena itu, harapan saya ke depan semoga sekolah kami bisa mendapatkan program rehabilitasi secara menyeluruh atau rehab total, sehingga fasilitas yang ada dapat kembali dimanfaatkan untuk mendukung proses pendidikan,” ungkapnya.
Krisnawati menegaskan, kebutuhan rehabilitasi bukan semata-mata berkaitan dengan pembenahan fisik bangunan. Lebih dari itu, perbaikan fasilitas sekolah diperlukan untuk memastikan peserta didik dan tenaga pendidik berada dalam lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan layak.
Pihak sekolah, kata dia, siap memberikan data maupun informasi yang diperlukan apabila pemerintah atau instansi teknis melakukan peninjauan dan asesmen terhadap kondisi bangunan.
“Kami berharap ada perhatian dan tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan kondisi bangunan. Kami ingin anak-anak bisa belajar dalam lingkungan sekolah yang lebih aman, nyaman dan layak,” tuturnya.
Pemerataan Pendidikan Tidak Cukup Hanya dengan Akses
Kondisi SDN Arung Santek kembali menegaskan bahwa pemerataan pendidikan tidak cukup hanya dengan memastikan anak-anak memiliki akses untuk bersekolah. Pemerataan juga harus menyentuh kualitas lingkungan belajar, termasuk ketersediaan sarana dan prasarana yang memenuhi standar kelayakan.
Sekolah dasar merupakan ruang awal pembentukan pengetahuan, karakter, kedisiplinan dan masa depan generasi. Karena itu, kualitas ruang belajar menjadi bagian yang tidak dapat dipisahkan dari agenda peningkatan mutu pendidikan.
Masyarakat Labu Aji pada dasarnya tidak sedang meminta fasilitas yang berlebihan. Aspirasi yang disampaikan sederhana: adanya ruang belajar yang aman, sehat, layak dan bermartabat bagi anak-anak.
Karena itu, kondisi SDN Arung Santek diharapkan dapat menjadi perhatian pemerintah daerah dan pihak terkait untuk dilakukan peninjauan secara langsung. Hasil asesmen teknis nantinya diharapkan menjadi dasar dalam menentukan kebijakan penanganan, termasuk kemungkinan rehabilitasi menyeluruh apabila memang tingkat kerusakannya membutuhkan langkah tersebut.
Pada akhirnya, memperbaiki sebuah sekolah bukan sekadar memperbaiki atap, dinding, lantai, pintu atau jendela. Di balik pembangunan fisik sebuah sekolah terdapat investasi yang jauh lebih besar: membangun rasa aman bagi peserta didik, meningkatkan kualitas proses belajar, dan menjaga harapan masyarakat terhadap masa depan generasinya.

NEX-Media | Media Alternatif, Suara Muda, Wajah Daerah
Pimred: Mulyadi, C.IJ., C.PW., C.PS.
×
Berita Terbaru Update