Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Wabup H. Ansori Dorong Labangka Tumbuh sebagai Kota Santri, Pendidikan dan Akhlak Jadi Fondasi Generasi

Sabtu, 05 September 2026 | September 05, 2026 WIB Last Updated 2026-09-05T13:38:17Z

SUMBAWA, 5 September 2026 — Pembangunan daerah tidak semata-mata diukur dari pertumbuhan infrastruktur dan kemajuan ekonomi. Di balik pembangunan yang berkelanjutan, terdapat fondasi yang lebih mendasar: kualitas manusia, pendidikan, serta karakter generasi yang akan melanjutkan perjalanan daerah di masa depan.
Semangat itulah yang mengemuka dalam Maulid Akbar Nabi Muhammad SAW bersama TGH. Ma’arif Makmun Diranse di Yayasan Mushanniful Ulum Labangka, Sabtu (5/9/2026). Kegiatan yang mengusung tema “Meneguhkan Cinta Rasulullah SAW untuk Membangun Generasi Berakhlak Mulia di Era Modern” tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus refleksi tentang pentingnya pendidikan dan keteladanan di tengah perubahan zaman.
Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, hadir bersama sejumlah tokoh agama, tuan guru dari Lombok, Ketua PC NU Kabupaten Sumbawa, pimpinan DPRD, Camat Labangka, jajaran Forkopimca, serta para ulama dan masyarakat.
Dalam suasana Maulid yang penuh khidmat, gagasan untuk mendorong Labangka sebagai kota santri menjadi salah satu pokok perhatian. Gagasan tersebut tidak sekadar menyangkut identitas sebuah wilayah, tetapi lebih jauh dapat dimaknai sebagai ikhtiar membangun ekosistem pendidikan yang menempatkan ilmu, akhlak, dan kehidupan sosial sebagai satu kesatuan.
Pimpinan Yayasan Mushanniful Ulum Labangka, TGH. Khudri Mushannif, Lc., menyampaikan apresiasi atas kehadiran Wakil Bupati Sumbawa beserta jajaran pemerintah daerah. Sementara TGH. Ma’arif Makmun Diranse mengajak masyarakat memperkuat kecintaan kepada Rasulullah SAW melalui pembiasaan bersholawat serta menghidupkan nilai-nilai kebaikan dalam kehidupan sehari-hari.
Bagi Wabup Ansori, pesan Maulid Nabi memiliki relevansi yang kuat dengan kebutuhan pembangunan manusia dewasa ini. Kecintaan kepada Rasulullah SAW, menurutnya, tidak berhenti pada seremonial, tetapi perlu diterjemahkan melalui keteladanan, pendidikan, kepedulian sosial, dan pembentukan akhlak.
Ia pun menyambut positif gagasan penguatan Labangka sebagai kawasan yang berkembang dengan karakter pendidikan keagamaan yang kuat.
“Kalau Labangka bisa menjadi kota santri dan tetap berbaur dengan masyarakat, ini akan menjadi potensi besar di bidang pendidikan. Pemerintah daerah tentu punya mimpi besar agar Labangka terus berkembang dan ikut mengantarkan Sumbawa menjadi daerah yang unggul, maju, dan sejahtera,” ujar Wabup Ansori.
Menurutnya, pesantren memiliki posisi penting dalam perjalanan pendidikan masyarakat. Pesantren bukan hanya ruang untuk mendalami ilmu keagamaan, tetapi juga dapat menjadi lingkungan pembentukan karakter, kedisiplinan, kepedulian, serta tanggung jawab sosial generasi muda.
Karena itu, pembangunan manusia membutuhkan keterlibatan banyak unsur. Pemerintah memiliki peran dalam menciptakan kebijakan dan dukungan pembangunan, sementara ulama, pesantren, lembaga pendidikan, keluarga, dan masyarakat memiliki ruang masing-masing dalam menanamkan nilai serta keteladanan.
Sebagai bagian dari dukungan terhadap pembangunan Yayasan Mushanniful Ulum Labangka, Wabup Ansori menyerahkan bantuan 100 sak semen. Bantuan tersebut menjadi bagian dari dukungan terhadap pengembangan sarana pendidikan keagamaan di tengah masyarakat.
Lebih jauh, Wabup juga mengingatkan pentingnya menjaga lingkungan agar perkembangan Labangka berjalan seimbang dengan kelestarian alam. Lingkungan yang hijau, bersih, dan asri merupakan bagian dari kualitas kehidupan masyarakat sekaligus investasi bagi generasi mendatang.
Pada akhirnya, gagasan tentang Labangka sebagai kota santri dapat ditempatkan sebagai sebuah cita-cita bersama yang bertumpu pada pendidikan, keteladanan, dan kebersamaan. Sebuah wilayah tidak hanya tumbuh karena pembangunan fisik, tetapi juga karena mampu melahirkan manusia yang berilmu, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan serta kehidupan sosial.
Maulid Akbar di Yayasan Mushanniful Ulum Labangka pun menjadi lebih dari sekadar peringatan sejarah. Ia menjadi ruang untuk mengingat kembali bahwa kemajuan sebuah daerah membutuhkan fondasi moral yang kuat.
Dari pendidikan lahir pengetahuan. Dari keteladanan tumbuh akhlak. Dan dari keduanya, diharapkan lahir generasi yang mampu membawa Sumbawa melangkah lebih jauh menuju masa depan.

Pimred:Nex-Media
Myd
×
Berita Terbaru Update