Wakil Bupati Sumbawa Sambut Kunjungan Sejumlah Wakil Menteri RI, Potensi Strategis SAMOTA Diproyeksikan Jadi Motor Pertumbuhan Ekonomi Berkelanjutan
SUMBawa, 24 Juli 2026 – Pemerintah Kabupaten Sumbawa kembali memperoleh perhatian dari pemerintah pusat melalui kunjungan kerja sejumlah Wakil Menteri Republik Indonesia yang meninjau secara langsung potensi investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, serta arah pengembangan kawasan strategis di Kabupaten Sumbawa, Jumat (24/7/2026).
Kunjungan tersebut diterima oleh Wakil Bupati Sumbawa, Drs. H. Mohamad Ansori, didampingi Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, para Staf Ahli Bupati, Asisten Sekretaris Daerah, para Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten Sumbawa.
Rombongan pemerintah pusat terdiri dari Wakil Menteri Investasi dan Hilirisasi, Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Ekonomi Kreatif, Wakil Menteri Hak Asasi Manusia (HAM), Wakil Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA).
Kunjungan kerja diawali dengan peninjauan Istana Dalam Loka sebagai salah satu ikon budaya dan sejarah Kabupaten Sumbawa. Di lokasi tersebut, rombongan diperkenalkan dengan nilai-nilai historis Kesultanan Sumbawa, kekayaan arsitektur tradisional berbahan kayu, serta kearifan lokal yang hingga kini tetap terpelihara sebagai bagian dari identitas masyarakat Sumbawa.
Agenda kemudian dilanjutkan ke Kawasan Strategis SAMOTA (Saleh-Moyo-Tambora), yang menjadi salah satu fokus pembangunan daerah berbasis potensi unggulan dan pembangunan berkelanjutan di Provinsi Nusa Tenggara Barat.
Dalam pemaparannya, Pemerintah Kabupaten Sumbawa menjelaskan bahwa pengembangan Kawasan Strategis SAMOTA telah memiliki legitimasi hukum melalui Peraturan Daerah Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2024 tentang Kawasan Strategis SAMOTA. Regulasi tersebut menjadi landasan dalam mewujudkan kawasan yang mampu mengintegrasikan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Enam arah utama pengembangan kawasan turut dipaparkan kepada rombongan pemerintah pusat, meliputi pengembangan sektor pariwisata, industri, dan perikanan sebagai penggerak ekonomi daerah; penguatan konektivitas dan sistem pelayanan kegiatan ekonomi; pelestarian kawasan lindung dan cagar biosfer; pengembangan kawasan budidaya yang berkelanjutan; pemberdayaan masyarakat; serta penguatan mitigasi bencana dalam pemanfaatan ruang kawasan.
Pengembangan tersebut ditopang oleh lima pilar utama, yakni pertumbuhan ekonomi yang inklusif, pelestarian lingkungan, pelestarian budaya, peningkatan kesejahteraan masyarakat, dan penguatan kawasan tangguh bencana dengan semangat pembangunan "SAMOTA Maju, Lestari, dan Sejahtera".
Pemerintah Kabupaten Sumbawa juga memaparkan sejumlah keunggulan komparatif yang dimiliki Kawasan SAMOTA. Di antaranya Pulau Moyo yang dikenal sebagai destinasi wisata eksklusif dengan perpaduan keindahan bahari, hutan tropis, dan Air Terjun Mata Jitu dalam kawasan konservasi Taman Nasional Moyo-Satonda.
Selain itu, Pulau Satonda menawarkan keunikan danau air asin vulkanik yang terbentuk akibat aktivitas geologi Gunung Tambora dan menjadi habitat berbagai spesies endemik. Sementara Teluk Saleh yang dijuluki sebagai "Akuarium Raksasa Dunia" memiliki biodiversitas laut yang tinggi dan menjadi salah satu pusat pengembangan ekonomi biru yang berkelanjutan.
Potensi strategis lainnya adalah Gunung Tambora yang memiliki nilai sejarah dunia akibat letusan dahsyat pada tahun 1815 serta prospek pengembangan sebagai kawasan geopark internasional. Habitat Hiu Paus di Teluk Saleh turut menjadi daya tarik konservasi dan wisata bahari yang memiliki pengakuan luas di tingkat nasional maupun internasional.
Kawasan SAMOTA juga didukung oleh gugusan pulau eksotis yang menyimpan potensi wisata bahari dan posisi strategisnya sebagai bagian dari jalur Sail Indonesia melalui Yacht Rally Internasional yang membuka peluang pengembangan wisata kapal pesiar dan pariwisata premium di masa mendatang.
Secara keseluruhan, Kawasan SAMOTA dinilai memiliki empat keunggulan utama, yaitu keunggulan geografi dan geologi, biodiversitas dan konservasi, ekonomi biru yang berkelanjutan, serta potensi pariwisata premium kelas dunia. Keunggulan tersebut menjadi modal penting dalam mewujudkan visi pembangunan daerah menuju Sumbawa yang unggul, maju, dan sejahtera.
Pada sesi pemaparan, Pemerintah Kabupaten Sumbawa turut menyampaikan hasil validasi pasar yang menunjukkan tingginya permintaan terhadap potensi kawasan. Pertumbuhan ekowisata, meningkatnya aktivitas sektor pariwisata, berkembangnya komunitas experiential tourism, serta semakin luasnya pengakuan internasional terhadap SAMOTA menjadi indikator bahwa kawasan ini memiliki prospek pengembangan yang menjanjikan.
Data yang dipresentasikan juga menunjukkan bahwa selama periode 2020 hingga 2026, investasi di Kawasan SAMOTA telah menjangkau sepuluh kecamatan di Kabupaten Sumbawa. Sektor pertanian dan perkebunan menjadi penyumbang terbesar dengan kontribusi sekitar 44,71 persen dari total komposisi investasi kawasan.
Adapun sektor perikanan berkontribusi sebesar 15,68 persen, pariwisata 12,75 persen, industri 9,88 persen, dan sektor lainnya sebesar 17 persen. Komposisi tersebut memperlihatkan bahwa pembangunan Kawasan SAMOTA dirancang secara multidimensi dengan mengoptimalkan berbagai sektor produktif sebagai penopang pertumbuhan ekonomi daerah.
Ke depan, arah investasi kawasan difokuskan pada sepuluh sektor prioritas, meliputi perikanan, budidaya laut, pertanian dan perkebunan, industri, agrowisata, ekowisata, maritim dan pelabuhan, pariwisata premium, energi dan bioindustri, serta perdagangan dan jasa pendukung.
Pengembangan investasi di Kawasan SAMOTA mengedepankan empat prinsip utama, yakni keberlanjutan lingkungan dan budaya, peningkatan dampak ekonomi melalui penciptaan lapangan kerja, kolaborasi multipihak antara pemerintah, swasta dan masyarakat, serta penguatan daya saing kawasan di tingkat nasional maupun global.
Kunjungan kerja sejumlah Wakil Menteri Republik Indonesia ini diharapkan semakin memperkuat sinergi antara Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat, dan Pemerintah Kabupaten Sumbawa dalam mendorong percepatan pembangunan Kawasan Strategis SAMOTA sebagai kawasan unggulan yang mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif, berkelanjutan, dan berdaya saing internasional.
Dengan potensi sumber daya alam, budaya, dan ekonomi yang dimiliki, SAMOTA tidak hanya diproyeksikan sebagai destinasi pariwisata unggulan, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi investasi yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat dan pelestarian lingkungan untuk generasi mendatang.
Pimred:Nex Mèdia
Myd